Sebagai seorang muslim, Jon Koplo dan Tom Gembus tak pernah meninggalkan salat wajib dalam keadaan apapun, termasuk ketika warga Kalijambe ini mancing di sebuah sungai di daerah Sragen. Saat terdengar azan Asar, Koplo bertanya, “Bali jam pira, Mbus?”
“Jam lima wae ya? Mumpung ijik padhang,” jawab Gembus.
Sekitar pukul 16.00 WIB Tom Gembus salat Asar duluan. Pancingnya ditarik dan ditaruh di tanah alias tidak diaktifkan. Lain halnya dengan Jon Koplo. Ketika Koplo salat kemudian, pancingnya tetap dipasang dan gagangnya ditindih batu. “Ditinggal salat sik, sedheng iwake teka,” batin Koplo sambil nyemplung kali untuk ambil air wudu. Setelah wudu, Koplo pun salat di dekat pancingnya dengan beralaskan koran.
Rakaat kesatu dan kedua lancar. Nah, ketika memulai rakaat ketiga, ndilalah senar pancingnya tampak bergerak-gerak. Koplo salat sambil mbatin, “Wah, entuk iki!” Gerakannya pancingnya makin lama makin kencang, sementara Tom Gembus masih asyik dengan pancingnya sendiri.
“Wah, entuk iwak gedhe!” Konsentrasi salatnya buyar. Bahkan akhirnya Koplo terpaksa membatalkan salatnya! “Eman-eman banget no. Soal salat nanti bisa salat lagi,” batin Koplo.
Tiba-tiba terjadilah hal yang tidak terduga-duga. Belum sempat Koplo memegang gagang pancing, batu yang untuk tindih tadi tergeser dan pancingnya nyemplung kali. Alhasil, pancing sak ikannya hanyut terbawa arus.
“Wadhuuuh, tiwas direwangi mbatalke salat malah kelangan iwak sak pancinge,” sambat Koplo. Sementara Tom Gembus hanya bisa ngguyu ngakak melihat ulah sahabatnya.

Muhammad Amin, Tempel RT 01, Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen 57275

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s