Manusia selalu berusaha mengadaptasikan dirinya menurut situasi dan kondisi lingkungannya. Hal ini terlihat dari perubahan rancangan peralatan (teknologi) yang dipergunakan manusia untuk menaklukkan alam lingkungannya. Perbuatan manusia untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam menunjukkan tingkat kebudayaan mereka yang berkembang dari waktu ke waktu. Tujuan pokok manusia untuk selalu mengadakan perubahan rancangan peralatan-peralatan yang dipakai yaitu untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam operasi penggunaannya. Rancangan yang memperhatikan aspek-aspek manusia inilah yang kemudian dikenal dengan nama Ergonomi.

Ergonomi atau ergonomics (bahasa inggrisnya) sebenarnya berasal dari kata Yunani yaitu Ergo yang berarti kerja dan Nomos yang berarti hukum. Dengan demikian, ergonomi dimaksudkan sebagai disiplin keilmuan yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan. Ergonomi merupakan salah satu cabang dari keilmuan teknik yang membahas tentang interaksi antara manusia dengan pekerjaan, mesin, dan peralatan lainnya. Konsep dasar dari keilmuan ini cukup sederhana yaitu menyesuaikan antara pekerjaan dengan manusia yang menjalankan pekerjaan tersebut atau sering dikenal dengan istilah “Fitting the Task to the Man”. Semua pekerjaan yang dirancang mempertimbangkan faktor manusia dengan tujuan dapat memberikan kenyamanan terhadap individu yang mengerjakannya. Begitupun dengan mesin dan peralatan yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan juga dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cidera akibat desain yang tidak sesuai atau sering disebut dengan desain yang tidak ergonomis. Syarat desain yang ergonomis haruslah Efektif, Nyaman, Aman, Sehat dan Efisien atau disingkat ENASE.

Maksud dan tujuan dari disiplin ilmu ergonomi adalah untuk mendapatkan rancangan sistem manusia dan teknologi yang optimal. Permasalahan sistem ini tentu saja diselesaikan dengan proses pendekatan sistem pula. Disiplin akan mencoba membawa ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan yang canggih, melainkan juga memperhatikan aspek kemampuan dan keterbatasan manusia. Dengan demikian sistem tersebut bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Pertanyaannya, apakah ergonomi dapat membantu manusia agar bisa melakukan pekerjaannya dengan lebih cepat? Tentu jawabannya adalah “Ya”. Secara mikro, ergonomi membuat manusia menjadi lebih nyaman dalam melakukan suatu pekerjaan. Terlebih jika kita mengukurnya secara makro, maka akan ditemukan bahwa dalam suatu industri besar, terdapat mesin-mesin yang setiap bagiannya sudah dirancang agar dapat melakukan suatu proses dengan baik dan cepat.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah produk-produk yang kita gunakan sudah ergonomis? Ini penting karena menyangkut efek jangka panjang yang ditimbulkan. Banyak sekali penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena menggunakan produk yang tidak ergonomis. Kita tentu saja tidak mau menjadi salah satu dari penderita penyakit tersebut. Oleh karena itu, mulai dari sekarang gunakanlah produk-produk yang tidak hanya berkualitas dari segi estetika. Estetika memang penting, namun kesehatan kita lebih penting lagi.

kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s